Jl. Ramania Dalam No. 72 Samarinda
 
IndeksIndeks  PortalPortal  GalleryGallery  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Ketika Partai Besar Menanggung Malu

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
y0us_03
Keluarga yang Aktif
Keluarga yang Aktif
avatar

Male
Jumlah posting : 46
Age : 31
No. Telp / HP : 081350595242
Angkatan : 2003
Registration date : 12.03.08

PostSubyek: Ketika Partai Besar Menanggung Malu   Fri Oct 24, 2008 7:48 pm

Bicara politik memang tak ada habisnya. Termasuk yang sedang hangat di provinsi kita saat ini, pemilihan Gubernur (pilgub) Kaltim putaran kedua. Di dalamnya, ada fenomena menarik. Empat partai besar yang mendukung pasangan Achmad Amins - Hadi Mulyadi (AHAD) harus menelan pil pahit saat penghitungan suara cepat (quick count) menempatkan mereka di bawah pasangan Awang Faroek Ishak - Farid Wadjdy (AFI). Bukti parpol sebagai mesin politik yang rusak?


Kepercayaan publik terhadap partai besar mulai menurun. Betapa tidak, 4 partai besar pendukung pasangan cagub dan cawagub AHAD harus menanggung malu. Keempat partai itu yakni Golkar, PDIP, PKS, dan PKB, yang saat ini merupakan penguasa percaturan politik Indonesia.
Ini membuktikan, betapa elit politik partai-partai besar itu tak mampu menguasai grass root, alias akar rumput di bawahnya. Juga, membuktikan, betapa kekuatan figur mampu mengalahkan kekuatan pelaku politik selama ini. Saya jadi ingat, kata-kata Toto Sugiarto, seorang yang pernah tinggal di Asmaba yang kini jadi salah satu politikus, bahwa sebenarnya akar rumput itu penentunya.
Herannya, tim sukses AHAD tak menyadari, betapa tidak efektifnya dukungan Golkar, yang diberikan seminggu sebelum pemungutan suara. Betapa tidak mungkinnya, mengarahkan akar rumput dalam waktu seminggu untuk memilih pasangan tertentu. Bahkan oleh partai sebesar Golkar sekalipun.


PERTARUHAN 2009
Bisa jadi, dukungan partai besar ke AHAD selama ini merupakan pertaruhan menuju Pilpres 2009. Alasannya sederhana. Koalisi empat parpol besar ini adalah koalisi terhebat selama ini di pilkada di Indonesia. Sehingga, kekalahan "sementara" empat partai besar ini di pilgub Kaltim, sedikit banyak bakal berpengaruh pada peta perpolitikan Kaltim di 2009 nanti. Kabar baik bagi para pengurus parpol baru. Kabar buruk bagi mereka yang sudah kawakan di politik Kaltim.
Lantas, siapa elit politik yang paling ketar-ketir saat ini? Untuk elit PKS, rasa sakit hati tentu muncul, jika ternyata dukungan segar yang diberikan Golkar dan PDIP di detik-detik akhir, malah memerosotkan perolehan suara, dibandingkan dengan putaran pertama.
Di Golkar? Tentu ketua umumnya Mahyuddin. Sikap mengejutkan darinya saat menyatakan dukungan pada AHAD tentu harus dibayar mahal, ketika ia tak mampu memberi suara signifikan saat pemungutan suara. Sementara Golkar lainnya, tentu Syaukani saat ini tertawa terbahak-bahak ketika salah satu seterunya, Amins, kalah telak.
Di PDIP, elit-elit seperti Emir Moeis, bisa jadi bakal sedikit terseok-seok, lantaran suara mereka saat menang di Kubar pada putaran pertama, kini malah menjadi milik AFI. Cagubnya dulu, Nusyirwan Ismail? Alih-alih bisa menjadi sekretaris provinsi "era Amins" berkat dukungannya, bisa-bisa ia tak dapat apa-apa kali ini. Lagi-lagi pertaruhan.
Di PKB? Ipong Muchlisonny, yang sedang berebut tampuk pimpinan dengan Syafruddin-nya Muhaimin, pasti bakal lebih ketar-ketir. Kursi anggota DPRD yang dimilikinya terancam hilang. Sementara, jagoannya yakni si Wali Kota Samarinda setali tiga uang dengan nasibnya.

Kesimpulannya
Politik itu abu-abu
Politik itu kejam
Politik itu sadis
Politik itu kotor
Politik itu penipu
Tapi, politik itu perlu



Saya memang bukan orang yang ahli dalam politik. Hanya sekadar iseng ingin membuat catatan singkat tentang pilgub Kaltim kali ini. Bisa diabaikan, bisa dijadikan sebuah kenangan. Semoga catatan ini berguna.

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
zendy_03
Keluarga yang Aktif
Keluarga yang Aktif
avatar

Male
Jumlah posting : 40
Age : 32
No. Telp / HP : 081347295619
Angkatan : 2003
Registration date : 12.03.08

PostSubyek: Re: Ketika Partai Besar Menanggung Malu   Sat Jan 10, 2009 11:54 pm

ga salah u jadi Sang Kuli tinta Yos........

cheers cheers cheers cheers cheers
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
jejak
Keluarga yang Aktif
Keluarga yang Aktif
avatar

Male
Jumlah posting : 14
Age : 35
No. Telp / HP : 081350970577 / 0813474456785
Registration date : 16.03.08

PostSubyek: Re: Ketika Partai Besar Menanggung Malu   Fri Jan 16, 2009 10:07 pm

kok namaku di sebut2 sih....

analisis kmu ada benernya..
sedikit saya meluruskan hal sebenarnya, karena ada nyangkut2 golkar nih....

jadi sebenernya yang terjadi di tubuh partai golkar pada waktu seminggu sebelum pilkada putaran ke 2, golkar dari tingkatan ke grassroot sampai ke atas sudah tau dan sadar siapa yg bakal menang. tapi permasalahannya ketua golkar kaltim bpk. mahyudin memaksakan kehendak dan meminta golkar untuk mendukung amins karena mereka udah ada deal.
rapat sampai deadlock, karena sebagian besar golkar dpd kab/kota bersikeras untuk memilih awang. dan dirapat tim kecil mahyudin mengancam, klo golkar pilih awang, maka dia akan mundur dari jabatannya di golkar... dan dengan keputusan yg tidak demokratis serta adanya penghianat di tubuh dpd kab/kota dan organisasi sayap/didirikan/mendirikan, maka terjadilah apa yg sudah menjadi keputusan golkar..
saya sendiri pada saat itu ada di tkp, karena pada saat itu dapat tugas untuk mengkondisikan dpd kab/kota untuk bulat menyuarakan awang dengan segala cara, mulai dari membuat analisis keterpihakan siapa yg paling menguntungkan buat golkar sampai membagikan uang 2 koper besar yg isinya uang dollar pecahan 100 dolar buat dpd kab/kota...

Politik itu abu-abu
Politik itu kejam
Politik itu sadis
Politik itu kotor
Politik itu penipu
sekali lagi itu benar yos, tapi yang harus kita lakukan saat ini adalah bisa mengontrol dan turun berperan aktif dalam menjaga panji2 demokrasi di negeri kita yg kita cintai ini..

klo semua orang pintar dan baik anti politik, jadi apa nasib bangsa ini...
ingat, negara kita saat ini dikuasai preman, koruptor, setan, dll...

maka dengan melihat kekurangan dan kelebihan saya, izinkanlah saya menjadi corong buat rekan2 semua dalam menyuarakan demokrasi ini.
dan dengan kerendahan hati, saya meminta dukungan aktif rekan2 sekalian
tapi justru saya salut dengan sikap golkar, karena telah kompak untuk mendukung amins tetapi mencoblos awang...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
zendy_03
Keluarga yang Aktif
Keluarga yang Aktif
avatar

Male
Jumlah posting : 40
Age : 32
No. Telp / HP : 081347295619
Angkatan : 2003
Registration date : 12.03.08

PostSubyek: Re: Ketika Partai Besar Menanggung Malu   Fri Jan 23, 2009 10:49 pm

Partai politik tidak pernah mengenal rasa malu. juga rasa bersalah. dalam politik yang ada hanyanya menang atau kalah. no matter what seperti bilang salah satu boys band terkenal dari negara seberang.

Namun bagaimanapun seharusnya perlu mengunakan akal sehat, hati nurani, dan keberanian.

Saya cuma bisa mengucapkan selamat berjuang buat kak Tito yang tetap mencoba eksis dalam dunia perpolitikan kita yang makin tanpa arah dan mudah-mudahan di hari-hari yang akan datang muncul lebih banyak lagi generasi muda yang berakal sehat, berhati nurani dan dengan keberanian segunung untuk membangun bangsa dan negara kita tercinta ini.

Salam hormat bagi para pejuang-pejuang kita yang belum lahir.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Ketika Partai Besar Menanggung Malu   

Kembali Ke Atas Go down
 
Ketika Partai Besar Menanggung Malu
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Asmaba :: Asmaba Lounge :: Cerita Kita-
Navigasi: